Jumat, 29 Juni 2012

HACK AKUN FACEBOOK & AKUN YAHOO MAIL.
SENI HACKER.

Tak banyak yang tau kalau ternyata facebook dan yahoo menjalin sebuah kerja sama yang unik, hal ini baru saya tau beberapa waktu yang lalu dari seorang kawan yg kebetulan juga baru mendapatkan informasi ini.

Dan dengan memanfaatkan celah dari kerja sama inilah kita dapat mengetahui password dari account facebook seseorang dengan sangat mudah.

Saya sendiri sudah mencoba beberapa cara dan selalu gagal, sudah men-download berbagai macam software dalam usaha ini tapi tetap saja tak berhasil mendapatkan password account yg di incar.

Tapi ternyata, setelah mengetahui celah ini, saya sampai merasa bodoh sendiri. Karena ternyata sangat mudah mendapatkan password facebook seseorang jika kita tau cara yg tepat.

Dan sama sekali tidak memerlukan software…!!

oke akan saya jelaskan caranya..

1. login ke yahoo.

ingat..!! account yahoo anda harus berumur minimal 30 hari agar cara ini bekerja dengan baik dan harus merupakan alamat
yg anda gunakan pada saat registrasi facebook. Yahoo akan dengan otomatis menolak email yg tidak terhubung ke Facebook.

2. Jika sudah masuk ke yahoo, tulislah sebuah email yang anda tujukan untuk staff facebook di Yahoo dengan alamat email:
facebooK.com_team@yahoo.com


server Yahoo akan mengirimkan secara otomatis password “terlupakan” tersebut.

3. Pada baris SUBJECT masukkan/ketik kalimat : PASSWORD RETRIEVE

4. lalu pada baris pertama mail anda tuliskan alamat email korban yg akan anda hack

5. Pada baris kedua masukkan alamat email yg anda gunakan

6. Pada baris ketiga tuliskan password yahoo anda.

Ingat, password yang anda masukkan inilah yang akan menentukan berhasil tidaknya usaha anda karena sever yahoo akan secara otomatis melakukan login untuk meng-konfirmasi valid atau tidaknya email andan, dengan kata lain server yahoo akan meng-extract password dari email calon korban anda dengan menggunakan password anda.

Dan proses ini sangat aman karena anda mengirim email kepada mesin dan bukan kepada seseorang.

7. Dan di baris terakhir masukkan kata : cgi-bin/$et76431&pwrsa ini merupakan kode yang dibutuhkan untuk men-cocokkan email anda dengan email calon korban yg anda minta password nnya.

jadi jika misalkan email anda adalah cinta.laura@yahoo.com

dan email korban anda adalah krisdayanti@yahoo.com

dan password anda adalah : rahasia

maka email yg anda tulis nantinya adalah:

To: facebook.com_team@yahoo.com
bcc: cc: (biarkan kosong)
Subject: password retrieve

krisdayanti@yahoo.com

cinta.laura@yahoo.com

rahasia

cgi-bin/$et76431&pwrsa

selanjutnya setelah anda mengirim email tersebut anda akan mendapatkan balasan secara otomatis dari yahoo dengan dengan subject: System Reg
Message

biasanya yahoo memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk mengkonfirmasikan dan meng-extract password yang anda minta.

selamat mencoba…

Sabtu, 23 Juni 2012

CARA MENGETAHUI PASSWORD FACEBOOK ORANG LAIN.

By Mas Han.


Ada beberapa cara yang bisa kita lakuin untuk mendapatkan password facebook org yang kita inginkan..banyak gunanya lho tau pasword facebook org..kadang2 kalo elo benci ama orang lain,pasti lo pengen hack tuh facebooknya..trus lo obrak abrik, lo delete2 temen2nya atau kalo lo suka ama cewe,walau gk mau diapa2in facebooknya,tp ttp aja pengen tau paswordnya apaan,.. uma buat koleksi..:lol:
ini gw kasi tau cara nya biar bisa dapet pasword facebook org yg lo incer :

1. Yang pertama ..pastinya tanya sendiri baik2 dolo,..coba bilang gini “eh gw bole tau pasword FB lo gk..yah gk buat apa2sih…cuma pgn tau aja “… berdoa lah kalo dia bakal ngasiin dengan cuma2,..ato gk lo traktir dolo lah..dimana kek…jika dia ngasitau berarti lo lg hoki banget bro…

2. Kalo gagal, lo coba tanya saat pikiran doi lg kosong,,biasanya org kalo lagi lengah akan menjawab secara otomatis..apalg doi orgnya dongo..ditanya apa aja dijawab..(mudah2an)

3.kalo masi gagal, coba lo intip si doi pas dia lg login…tp lo harus sambil pura2 gitu..pura2 garuk kek, pura2 lewat..ato pura2 jatoh dengan gaya kayang..pas lg ada kesempetan lo intip dah…tp ati2 bro..krn ini agak berbahaya…krn kalo ketauan ntr lo bs dibilang sok akrab ..wkwkkwkwkw(gk nyambung)

4. kalo masih gagal, brarti saatnya menggunakan kekerasan , Ancam dengan pisau atau silet …85% kemungkinan dia bakal ngasitau..sisanya kemungkinan dia teriak ato nonjok…haha…

5. cara terakhir yg tidak disarankan adalah menemui langsung si pendiri facebook..si om mark zukerberg…minta tulung ama dia biar dikasitau pasword FB inceran,,cara ngomongnya gini “om mark, ane mau tau pasword si fulan bin fulan,..ane bisa aja ngehack tu FB doi, tp krn ane orgnya baek dan respek ama si om, ane lebih milih minta baek2 ama si om “….mudah2an doi mau ngasi…kalo gk dikasi jg, lo bs gunakan cara spt no.4…ancam dia dengan kekerasan!



begitu aja tulisan nyampah gw bro….Selamat Mencoba!!….dan mencoba lagi…teruslah mencoba….mudah2an dibukakan jalan..amin…

Kamus Hacker, Istilah Hacker

Bumiayu,24 juni 2012
By Mas Han
1. Back Orifice: software buatan kelompok hacker ( Cult of the Dead Cow ) yang digunakan sebagai alat bantu untuk menemukan jalan masuk ke sebuah komputer dan mengendalikannya dari jarak jauh (remote). Versi terakhir yang muncul adalah Back Orifice 2000 yang mampu secara virtual mengendalikan sebuah komputer lain dengan sistem operasi Windows. Untuk bisa menggunakannya hacker harus melakukan langkah curang sedemikian rupa sehingga calon korban menerima dan menjalankan Trojan horse (TH) dalam komputernya.TH ini lazimnya diselipkan (attach file lewat email) dalam sebuah file yang tidak berpenampilan jahat namun sebenarnya mengandung program Back Orifice server tersembunyi di balik itu.
Kalau Back Orifice berhasil terinstall di komputer korban maka bisa dipastikan hacker bisa melakukan banyak hal termasuk mengendalikan (kontrol) komputer korban dari jauh. Dari hanya sekedar melihat, menghapus, menambah file sampai merubah tampilan desktop bisa dilakukan hacker pada komputer korbannya.
2. Black hat: kalau anda anggap www itu analogi wild, wild west maka anda tentu sudah bisa menebak tentu black hat ini ada di pihak yang jahat. Hacker black hat ini juga biasa disebut sebagai aka crackers” dengan kemampuan mencuri data atau merusak sistem yang ada dalam komputer korban. Kelebihan black hat adalah kemampuannya untuk menghilangkan jejak hingga tidak bisa dilacak siapa sebenarnya pelaku serangan yang terjadi setelah tujuan tertentu mereka terpenuhi.
3. Buffer overflow: ini adalah sebuah kelemahan yang mudah untuk ditemukan dan dimanfaatkan oleh hacker dalam sebuah sistem. Aplikasi dan Operating System (OS) menyimpan untuk sementara perintah yang mereka dapat di memori tertentu yang biasa disebut buffer memory. Kalau OS atau program tidak bisa dikode secara sempurna maka hacker bisa membuat komputer korban jadi terganggu dengan mengirimkan perintah yang dibuat khusus yang membuat gangguan jadi berlangsung lebih lama. Windows 95 paling rentan kalau sudah berhadapan dengan serangan seperti buffer overflow yang banyak dilancarkan lewat internet ini.
Saat ini serangan serupa sudah jarang dilancarkan pada sebuah komputer. Namun terkadang hacker masih sering melakukannya untuk memperlambat kinerja sebuah situs.
4. Denial-of-service attack : adalah sebuah istilah yang diberikan untuk upaya serangan dengan jalan menurunkan kinerja sebuah web site dengan terus menerus mengulang request ke server dari banyak sumber secara simultan. Serangan seperti ini bertujuan membuat server korban jadi kuwalahan melayani request yang terkirim dan berakhir dengan menghentikan aktivitas atau berhenti dengan sendirinya karena tak mampu melayani request.
5. Distributed denial-of-service attack (DdoS): di masa lalu hacker hanya bisa melancarkan serangan denial-of-service attack dengan mengirimkan request dalam jumlah besar secara simultan dan kontinyu dari sebuah komputer. Namun sekarang hacker bisa mengirimkan serangan dari beberapa komputer yang diaktifkan secara remote. Pada tahun 1998 sebuah kelompok hacker menciptakan program yang memungkinkan seorang hacker mengirimkan sebuah perintah dalam jumlah besar ke komputer korban yang lain agar bisa dikendalikan secara remote. Setelah beberapa komputer korban ada dalam kendalinya, secara bersamaan komputer korban tersebut dikoordinir untuk melancarkan denial-of-service attack kepada korban lain yang menjadi target utama.
Layaknya zombie beberapa komputer yang menjadi korban sebelumnya dikendalikan secara remote untuk melakukan request secara kontinyu dan simultan ke komputer target utama. Serangan serupa DdoS ini sudah
terbukti berhasil melumpuhkan beberapa web server milik situs besar kenamaan seperti Yahoo.com dan eTrade.com. Namun dengan sebuah software pendeteksi dan pengalaman yang cukup admin jaringan di beberapa jaringan besar sudah selayaknya mampu menangkal serangan seperti ini.
6. Exploit: ini merupakan sebuah ungkapan untuk keberadaan sebuah celah keamanan dalam software yang berjalan di sebuah komputer. Lewat exploit inilah peluang untuk melakukan serangan terbuka bagi hacker.
Setiap software atau sistem operasi baru dirilis maka pada saat yang sama genderang perang ditabuh untuk memberi komando pada hacker mulai mencari kelemahannya. Setiap ada kelemahan baru ditemukan oleh para hacker maka pengumuman akan segera tersebar lewat beberapa media yang menjadi forum komuniakasi mereka. Kebanyakan kabar tersebut akan disebarkan di beberapa mailing list seperti CERT, BugTraq, Microsoft’s security bulletins dan beberapa lagi lainnya. Dengan disebarkannya penemuan tersebut pembuat software bisa mengupayakan penangkalnya. Pemakai juga bisa jadi lebih waspada akan terjadinya serangan. Dalam kebanyakan kasus yang terjadi biasanya pemakai software kurang waspada akan kelemahan software yang dipakainya padahal kabar sudah disebar dan penangkal sudah bisa didapat.
7. Firewall: adalah sebuah software program yang dipasang pada sebuah jaringan dan bertugas menjadi penghalang bobolnya akses untuk kepentingan jahat layaknya sebuah saringan. Semua aktivitas keluar dan masuk ke jaringan harus melalui penyaringan ini hingga akses tertentu yang berbahaya bisa dibatasi. Saringan ini juga bisa digunakan untuk mencegah adanya pencurian data berharga dari dalam jaringan oleh pihak lain dari luar jaringan.bisa digunakan untuk mencegah adanya pencurian data berharga dari dalam jaringan oleh pihak lain dari luar jaringan.
8. Hacktivism: adalah aktivitas penyerangan oleh hacker yang dimotivasi oleh simpati tertentu. Hal semacam ini muncul bila aktivis sosial maupun politik menggabungkan kemampuan menyerang yang dimiliki dan menggunakannya untuk kepentingan menarik simpati lebih besar atau unjuk rasa lewat internet.
9. Intrusion detection system (IDS): sama seperti firewall IDS ini merupakan penghambat semua niat jahat yang akan megganggu sebuah jaringan. Bedanya IDS ini lebih mau selangkah dengan kemampuannya memberi peringatan kepada admin server saat terjadi sebuah aktivitas tertentu yang tidak diinginkan admin sebagai penanggung jawab. Selainmemberi peringatan dini IDS juga memberi beberapa alat bantu untuk melacak jenis dan sumber aktivitas terlarang tersebut.
10. Root: istilah ini diadaptasi dari sitem UNIX dimana seorang pengguna bisa memiliki hak pengendalian terbatas pada sebuah sistem. Hacker menggunakan istilah ini untuk menggambarkan kemampuan mereka dalam melancarkan serangan dan menguasai sistem korbannya.
11. Script kiddie: sebuah pola serangan yang sering dilancarkan oleh hacker pemula dengan menggunakan alat bantu ringan yang bisa mereka dapatkan di banyak situs hacker lainnya. Alat bantu yang biasanya berisi sederetan skrip sederhana ini mereka gunakan untuk mendeface atau melancarkan DOS pada korban yang memiliki expolit. Hacker dengan jam terbang yang lebih tinggi biasanya mencibir hacker permula yang menggunakan metode ini karena biasanya mereka hanya menggunakan tanpa tahu teknologi dan konsep yang ada di balik pola serangan yang dilancarkan
12. Trojan horse: adalah sebuah aplikasi yang didesain untuk melakukan sebuah kecurangan namun terselubung dengan kebaikkan. Biasanya metoda yang dipakai adalah dengan menyelipkan (attach file lewat email) sebuah file tertentu yang mengandung trojan horse namun dengan kemasan menarik. Kalau trojan horse berhasil menginfeksi maka bisa dipastikan hacker bisa mendapat akses tak terhingga ke komputer korban. Tiga jenis trojan horse yang popular digunakan adalah Back Orifice, NetBus, dan SubSeven.
13. White hat: hacker dengan kategori ini cenderung lebih memanfaatkan pengetahuan mereka untuk memuaskan rasa ingin tahu bagi intelektualita ketimbang untuk perbuatan jahat yang merusak. Hacker seperti ini sangat nanti dengan perusakan sebuah sistem, pencurian data mauoun merusak kinerja sebuah situs. Namun aktivitas mereka tetap saja menjadi tidak legal bila mereka ingin menguji sebuah sistem milik orang lain yang dimana mereka tidak memiliki otoritas untuk itu. Dalam aktivitasnya tidak jarang mereka melakukan perusakan yang tidak disengaja seperti merubah atau menghapus data yang ada. Kebanyakan hacker seperti ini bekerja secara resmi diperusahaan tertentu sebagai programer, konsultan maupun admin server.

Selasa, 21 Februari 2012

Penjelasan SANTET dan cara menangkalnya

Metafisika : Penjelasan SANTET dan cara menangkalnya

Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang : berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai dengan kematian.

Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet ini.
Penyelidikan menggunakan ayat kauniyah tentunya harus memiliki metode yang sifatnya ilmiah, mulai dari mencari kasus2 santet, tipe2 santet, gejala, akibat dlsb. Lalu kemudian dilakukan berbagai eksperimen untuk penyembuhannya. Salah satu kesimpulan/pendapat yang mengemuka adalah santet itu sebenarnya adalah energi. Kenapa dalam kasus santet,bisa masuk paku, kalajengking, penggorengan dll bisa dijelaskan melalui proses materialisasi energi,dan sejenisnya.

Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan. Jika para agamawan memakai rujukan dalil2 kitab suci (ayat kitabiyah), maka para ilmuwan menggunakan ayat kauniyah (alam semesta) untuk menyelidikinya.

Nah, santet dan mahluk halus itu ternyata energi yang bermuatan (-).Bumipun ternyata memiliki muatan (-). Dalam hukum C Coulomb dikatakan bahwa muatan yang senama akan saling tolak menolak dan muatan yang tidak senama justru akan tarik menarik.

Rumusnya :



F = K * ((Q1*Q2)/R^2)

F = gaya tarik menarik

K = Konstanta

Q1, Q2 = muatan

R = jarak



Nah karena demit alias mahluk halus dan bumi itu sama-sama bermuatan (-) makannya para demit itu tidaklah menyentuh bumi. Orang tua jaman dulu juga sering mengingatkan jika bicara dgn orang yg tidak dikenal pd malam hari maka lihatlah apakah kakinya menapak ke bumi atau tidak. Jika tidak maka ia berarti golongan mahluk halus.

Begitu juga dengan santet yang ternyata bermuatan (-) maka secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum C Coulomb ini. Saya tidak membahas metode melawan santet dengan zikir karena sudah banyak dibahas tapi saya menawarkan alternatif lainnya yg bisa bersifat “standalone” (utk non muslim) maupun digabungkan dgn zikir (utk muslim).

Beberapa Metodenya :
Cara 1

Tidurlah dilantai yang langsung menyentuh bumi. Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 Cm. Dengan tidur dilantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.

Cara 2

Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-). Mahluk halus, jin,santet dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi Kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.


Cara 3

Melakukan gerakan senam khusus dimana tapak kaki harus menyentuh bumi. Gerakan senam ini hanya punya satu gerakan inti saja jadi mudah sekali dilakukan oleh anak2 hingga orang tua. Selain utk penyembuhan berbagai penyakit medis yg sulit sembuh, senam ini cukup banyak menyelesaikan kasus santet juga. Ini murni senam, tanpa mantra atau pernafasan khusus.


Cara 4

Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-). Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll. Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+)



Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu dll maka phohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal. Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+) dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.





Namun harap anda ketahui, semua yang di atas tidak berlaku apabila kita memiliki iman dan taqwa yang kuat pada Sang Pencipta

dan apabila Dukun tersebut adalah JUARA OLIMPIADE FISIKA, S3 FISIKA, PROFESSOR FISIKA
CENDOLERS77 is offline  

Rabu, 25 Januari 2012

WEJANGAN JAWA DARI MBAH BUYUT BAB VI


Kaidah 41
Wóng pintêr kang ora kinanthènan ing kautaman iku ora bédå karo wóng wutå kang nggåwå óbór ing wayah bêngi.
Madhangi wóng liyå nangíng dhèwèké dhéwé lakuné kêsasar-sasar.
Kapintêran mangkéné iki yèn tå dicakaké ing madyaning bêbrayan bakal nuwúhaké kapitunan, pikolèhé malah múng wujúd kasangsaran lan karusakan.

KEUTAMAAN BUDIPEKERTI ADALAH TIANG ILMU
(Orang yang pandai tetapi tidak disertai keutamaan perilaku dan budi pekerti, tidaklah berbeda dengan orang buta yang membawa obor di malam hari. Menjadi penerang orang lain, tetapi perilaku dirinya sendiri malah tersesat-sesat. Kepandaian semacam ini bila diterapkan di tengah kehidupan bermasyarakat akan menimbulkan kerugian, yang didapat hanyalah kesengsaraan dan kerusakan).

Kaidah 42
Síng såpå ngidham kaluhuran kudu wani kúrban lan ora wêgah ing kangèlan.
Mêrgå yèn tansah tidhå-tidhå, mokal åpå sing kagayúh bisa digånthå lan tangèh lamún åpå síng diluru bisa kêtêmu.
Makarti wani rêkåså kanthi masrahaké urip lan jiwå rågå marang Kang Múrbèng Kuwåså.
Yèn kêpingín mênang pancèn larang patukóné, yaiku kudu bisa nuhóni sêsanti: “Surå dirå jayaníngrat lêbúr déníng pangastuti”.

KEMENANGAN ITU MAHAL HARGANYA
(Barang siapa gemar keluhuran budi harus berani berkorban dan tidak enggan melewati kesulitan. Karena bila ragu-ragu, tidaklah mungkin apa yang diharapkan dapat terwujud, dan mustahil apa yang dicari bisa ketemu. Berani bekerja keras dengan dengan berserah diri jiwa dan raga kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Bila ingin menang memang mahal harganya, yakni harus dapat mematuhi peribahasa; “sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti”)

Kaidah 43
Isíh bêjå yèn kowé diunèkaké “Ora Lumrah Uwóng”, jalaran isíh dianggêp manungså.
Yå múng solah tingkahmu kang kudu kók owahi amríh ora gawé sêrikíng liyan.
Cilakané yèn diunèkaké “Ora Lumrah Manungså”, jalaran kowé dianggêp sétan gêntayangan síng múng dadi lêlêthêging jagad margå pakartimu kang ninggal sifat kamanungsan.
Mula énggal-énggala sumujudå marang Gusti Kang Múrbèng Dumadi.
Sifaté Gústi Allah mono sarwå wêlas asíh marang umaté kang wís sadhar marang doså-dosané sartå têmên-têmên bali tuhu marang dhawúh-dhawuhé. 

MANUSIA TAK LAZIM
(Masih beruntung bila kamu dibilang “tidak lazimnya orang” sebab berarti masih danggap manusia. Hanya saja polah tingkah mu yang harus dirubah, agar tidak menimbulkan iri hati orang lain. Celakanya bila kamu dibilang “tidak lazimnya manusia” sebab kamu dianggap setan gentayangan yang mengotori jagad karena watakmu yang meninggalkan sifat kemanusiaan. Maka dari itu, segeralah bersujud kepada Tuhan Maha Pencipta.

Kaidah 44
Ora ånå pênggawé luwíh déníng múlya kêjåbå dêdånå síng ugå atêgês mbiyantu nyampêti kêkuranganing kabutuhané liyan.
Dêdånå marang sapêpådhå iku atêgês ugå mitulungi awaké dhéwé nglêlantih marang råså lilå lêgåwå kang ugå atêgês angabêkti marang Pangéran Kang Måhå Wikan.
Pancèn pangabêkti mono wís aran pasrah, dadi kitå ora ngajab marang baliné sumbangsih kang kitå asúngaké.
Kabèh iku síng kagungan múng Pangéran Kang Måhå Kuwåså, kitå ora wênang ngajab wóhíng pangabêkti kanggo kitå dhéwé.
Nindakaké kabêcikan kanthi dêdånå kita pancèn wajíb, nanging ngundhúh wóhíng kautaman kitå ora wênang.

HAKEKAT SEDEKAH
(Tiada perbuatan lebih mulia selain sedekah yang berarti membantu memenuhi kebutuhan orang lain. Sedekah kepada sesama berarti juga menolong diri sendiri, melatih diri merasa ikhlas dan lapang dada, yang berarti mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui. Mengabdi sama halnya dengan pasrah, kita tidak mengharap imbal-balik atas apa yang kita berikan. Semua itu yang punya hanyalah Tuhan Yang Mahakuasa. Kita tidak berhak berharap buah dari pengabdian untuk diri kita sendiri. Melakukan kebaikan dengan cara berderma (sedekah) adalah wajib, tetapi mengharap menuai  buah dari kebaikan, kita tidaklah berwenang).

Kaidah 45
Mêmitran pasêduluran nganti jêjodhowan kuwi yèn siji lan sijiné biså êmóng-kinêmóng, istingarah biså sêmpulúr bêcík. Yèn ånå padudón sêpisan pindho iku wis aran lumrah, bisa nambahi rakêtíng sêsambungan. Nangíng suwaliké yèn pådhå angèl ngênggóni sifat êmóng-kinêmóng mau gênah långkå langgêngé, malah bédaníng panêmu sithík baé biså marakaké dhahuru. 

KIAT KELANGSUNGAN RUMAH TANGGA
(Hubungan persaudaraan hingga berjodoh itu bila satu sama lainnya dapat saling membimbing, ikhtiyar dapat membangun kebaikan. Bila sekali dua kali terjadi pertengkaran itu masih lumrah, dapat menambah eratnya hubungan. Namun sebaliknya bila tak mampu membangun sikap saling membimbing maka jarang akan berlangsung selamanya. Malah, perbedaan sedikit saja akan menjadi sumber malapetaka).

Kaidah 46
Wóng kang ora naté nandhang prihatin ora bakal kasinungan råså pangråså kang njalari têkané råså trênyúh lan wêlas lahír batiné.
Wóng kang wís naté kêtaman ing prihatin luwíh biså ngrasakaké pênandhangé wóng liya. Mulå adhakané luwíh gêlêm awèh pitulungan marang kang kasusahan. 

PRIHATIN MEMBANGUN SENSE OF HUMAN
(Orang yang tak pernah prihatin tidak akan terpilih menerima anugrah ketajaman perasaan yang menumbuhkan perasaan haru dan belas kasih lahir batin. Orang yang pernah menjalani prihatin lebih mampu merasakan penderitaan orang lain (empati). Biasanya mereka lebih peduli untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang kesusahan).

Kaidah 47
Sarupaníng wêwadi sing ålå lan sing bêcík, yèn isíh kók gémból lan mbók kêkêt kanthi rêmít ing ati salawasé isih bakal têtêp dadi batúr.
Nangíng yèn wís mbók kétókaké sathithík baé bakal dadi bêndaramu.
Isíh lagi nyimpên wêwadiné dhéwé baé wís abót.
Åpå manèh yèn nganti pinracåyå nggêgêm wêwadiné liyan.
Mulå såkå iku åjå sók dhêmên kêpingín mêruhi wêwadiné liyan.
Síng wís cêthå múng bakal nambahi sanggan síng sêjatiné dudu wajíbmu mèlu opèn-opèn.

BANYAK CARA MENUAI MASALAH
(Berbagai macam rahasia baik maupun buruk, bila masih kamu simpan rapat di dalam hati, selamanya masih akan tetap menjadi budak. Bila sudah kamu perlihatkan sedikit saja akan menjadi tuanmu. Menyimpan rahasia sendiri saja sudah berat. Apalagi bila sampai dipercaya menggenggam rahasia orang lain. Maka dari itu janganlah suka ingin mengetahui  rahasia orang lain. Sudah jelas, hanya akan menambah beban yang sesungguhnya bukan kewajibanmu ikut-ikutan).

Kaidah 48
Sók såpåå bakal nduwèni råså kúrmat marang wóng kang tansah katón bingar lan padhang polatané, nadyan tå wóng mau nêmbé baé nandhang susah utåwå nêmóni pêpalang ing panguripané.
Kósókbaliné, wóng kang tansah katón suntrút kêrêp nggrundêl lan grênêngan mêrgå ora katêkan sêdyané iku cêthå bakal kóncatan kêkuwataníng batín lan tênagané, tangèh lamún éntukå pitulungan, kêpårå malah dadi sêsirikaníng mitra karuhé.

BERWAJAH RIANG SEKALIPUN SEDANG MENDERITA
(Siapapun akan merasa hormat, kepada orang yang selalu tampak riang gembira, meskipun orang itu baru mengalami kesusahan dan kesulitan dalam hidupnya. Sebaliknya orang yang selalu tampak kusut suka ngedumel dan sering ngomel karena keinginannya tak terwujud, itu jelas kekuatan batinnya dan tenaganya bakal sirna. Mustahil dapat pertolongan, terkadang malah jadi orang yang dibenci sekalipun oleh kerabatnya).

Kaidah 49
Kitå iki diparingi cangkêm siji lan kupíng loro déníng Kang Måhå Kuwåså, liré mêngku karêp amríh kitå iki kudu luwíh akèh ngrungókaké katimbang micårå.
Yêktiné wóng kang dhêmên ngumbar cangkêmé tinimbang kupingé iku adaté wicarané gabúg.
Suwaliké síng akèh ngrungókaké, wicarané sêthithík nangíng patitís lan mêntês.
Pantês dadi jujugané sadhêngah wóng kang mbutúhaké rêmbúg kang prayogå.  

SILAHKAN; MAU BANYAK MENDENGAR ATAU BANYAK BICARA
(Kita diberi satu mulut, dua telinga, oleh Tuhan Mahakuasa. Maknanya, kita harus lebih banyak mendengarkan ketimbang bicara. Sesungguhnya orang yang gemar mengumbar mulutnya ketimbang telinganya, seperti itulah watak orang yang bicaranya tak berisi. Sebaliknya, yang banyak mendengarkan, biasanya bicara sedikit namun tepat dan berbobot. Pantas menjadi tempat tujuan orang-orang yang membutuhkan nasehat (petunjuk) yang baik). 

Kaidah 50
Wóng kang tansah dhêmên ngupíng kêpingín wêrúh, åpådéné nyampuri pêrkarané liyan, gêdhéné nganti nrambul urún ucap, iku pådhå karo golèk-golèk mómótan kang sêjatiné ora prêlu, adhakané kêpårå malah ngrêridhu awaké dhéwé.  

PENYEBAB KEKALUTAN DIRI
(Orang yang selalu gemar menyadap ingin tahu, begitupula mencampuri perkara orang lain, hingga sampai ikut-ikutan berujar, hal itu seumpama mencari-cari muatan yang sesungguhnya tidak perlu, biasanya justru membuat kalut dirinya sendiri)

Kaidah 51
Ucap sakêcap kang kêlaír tanpå pinikír kêrêp baé nuwúhaké drêdah lan bilahi.
Mula wêtuné têmbúng satêmbúng såkå lésan iku prayogå tan udinên aja nganti nggêpók prêkarané wóng liyå, gêdhéné nganti gawé sérikíng liyan. Biså nyandhêt uculé pangucap kåyå mangkono mau wís klêbu éwóníng pakarti kang utåmå.
Nangíng généyå kók ora sabên wóng biså nglakóni ?

MULUTMU, HARIMAUMU
(Sepatah kata yang terucap tanpa dipikir lebih dulu, sering menimbulkan perpecahan dan celaka. Maka, keluarnya kalimat dalam sepatah dua patah kata dari mulut seyogyanya diupayakan jangan sampai menyinggung perkara orang lain, terlebih lagi membuat sakit hati orang lain. Sikap mampu mengendapkan kalimat dan tutur kata yang tidak baik, termasuk budi-pekerti yang mulia. Namun begitu, mengapa tidak setiap orang mau melakukannya?)

Kaidah 52
Wóng iku yèn wís kasókan kabêcikan lan rumangsa kapotangan budi, ing sakèhíng pakartiné lumrahé banjúr ora kêncêng lan rêsík.
Mulané tangèh lamún yèn biså njågå jêjêgíng adíl, awít lésané kasumpêtan, mripaté bêrêng, kupingé budhêg. Atiné dadi mati, angèl wêrúh ing bêbênêr.
Mulå såkå iku åjå gumampang nåmpå kabêcikané liyan, samångså tujuwané ngarah marang pênggawé kang nalisír såkå bêbênêr. 

HATI-HATI MENERIMA KEBAIKAN ORANG
(Orang itu bila sudah berhasil menerima kebaikan dan merasa berhutang budi, wataknya di kemudian hari bisa berubah, menjadi tidak teguh dan bersih. Sehingga tak mampu menjaga tegaknya keadilan, sebab mulutnya tersumbat, matanya rabun, telinganya tuli. Hatinya menjadi mati, sulit melihat kebenaran. Maka dari itu jangan mudah menerima kebaikan orang, bila tujuannya mengarah pada perbuatan yang keluar dari kaidah kebenaran).

Kaidah 53
Åjå kasêlak kêsusu nyêpèlèkaké liyan, margå kók anggêp wóng mau bodho.
Awít ånå kalamangsané kowé mbutúhaké rémbúg lan pituturé wóng iku, síng kanyatané biså mbéngkas lan nguwalaké såkå karuwêtanmu.
Pancèn ing sawijiné bab wóng biså kaaran bodho, nangíng ing babagan liya tangèh lamún yèn kowé biså nandhingi. 

HATI-HATI, TAK ADA KEBODOHAN UNIVERSAL
(jangan keburu meremehkan orang lain, (hanya) karena orang itu kamu anggap bodoh. Sebab ada kalanya kamu membutuhkan jasa dan nasehat orang itu, yang kenyataannya dapat menyelesaikan dan mengatasi masalahmu. Memang dalam suatu hal seseorang dapat dianggap bodoh, tetapi di lain hal tak  mungkin anda dapat menandinginya).

Kaidah 54
Yèn micårå åjå gumampang nêlakaké pênacad utawa pangalêm, luwíh-luwíh nganti mêmaóni.
Awít wicaramu durúng karuwan bênêr.
Síng mêsthi panacad mau gawé sêrík, pangalêmé nuwúhaké wiså, déné waónané ora digugu, kabèh swårå ålå.
Mulå kang prayogå iku múng mênêng, jalaran mênêng iku yêktiné pancèn mustikaníng ngauríp.

SILAHKAN PILIH; BANYAK OMONG ATAU DIAM
(Jika bicara jangan mudah mencela dan menyanjung orang, apalagi sampai nasehat menggurui. Karena ucapanmu belum tentu benar adanya. Yang pasti, pencelaan berakibat sakit hati, dan sanjungan dapat menimbulkan bisa (racun), bila  nasehat tidak dihiraukan, semua suara menjadi buruk. Maka idealnya lebih baik diam, karena diam itu sesungguhnya  mustika kehidupan)

Kaidah 55
Udinên ing alam donya iki åjå ånå wóng kang kók sêngiti, supaya ora ånå wóng sêngít marang kowé, balík sabiså-biså pådhå trêsnanånå.
Amargå lêlakón ing alam donya iki anané múng walês-winalês baé.
Déné yèn kêpêkså kowé sêngít marang sawijiníng wóng, mångkå kowé ora biså mbuwang sêngítmu, gawénên wadi åjå ånå wóng kang ngêrti.
Yèn kowé ngandhakaké sêngítmu marang liyan, prasasat kowé mamèraké alané atimu.

“ADAB” MEMBENCI ORANG LAIN
(Berupayalah selalu, agar jangan ada orang yang kamu benci, supaya tidak ada orang yang membencimu, sebaliknya sedapat mungkin sayangilah sesama. Karena kejadian buruk di dunia ini adanya dari saling balas membalas. Bila terpaksa kamu membenci seseorang, dan kamu tidak bisa menghilangkan rasa bencimu, rahasiakan agar tidak ada orang lain yang tahu. Bila kamu menceritakan kebencianmu pada orang lain, justru kamu membeberkan kejahatan hatimu)

Kaidah 56
Ajiníng dhiri ånå ing lati.
Ajiníng rågå ånå ing busånå.
Mula dèn ngati-ati ing pangucapmu, sêmono ugå anggónmu ngadi busånå kang bisa mapanaké dhiri.

DI MANAKAH LETAK HARGA DIRI
(Harga diri letaknya ada di mulut. Berharganya raga tergantung oleh busananya. Maka, berhati-hatilah dalam bertutur kata, begitu pula dalam hal cara berpakaian, dapatlah menghargai diri sendiri)


Kaidah 57
Wóng pintêr kang isih gêlêm njalúk rêmbugíng liyan iku dianggêp manungsa utúh.
Såpå síng rumangsa pintêr banjúr suthík njaluk rêmbuging liyan kuwi manungsa sêtêngah wutúh.
Lan síng såpå ora gêlêm njalúk rêmbugíng liyan, iku bisa kinaranan babar pisan durúng manungså.

SYARAT MENJADI MANUSIA
(Orang pandai yang masih bersedia meminta pendapat orang lain itu dianggap manusia utuh. Siapa yang merasa sudah pandai kemudian enggan minta pendapat orang lain, itu manusia setengah utuh. Dan siapa yang tidak bersedia minta pendapat orang lain, dapat disebut sama sekali belum (jadi) manusia).

WEJANGAN JAWA DARI MBAH BUYUT BAB V


Kaidah 31
Dêdånå utåwå sêdhêkah marang wóng kang lagi nyandhang påpå cintråkå iku sawijiníng pênggawé bêcík kang patút tinulådhå, saugêr pawèwèh mau ora kinanthènan panggrundêl kang nêlakaké ora éklasíng atiné.
Têtêmbungan kang lêmbah ing manah lan mêrak ati iku luwih gêdhé ajiné katimbang dêdånå kang ora éklas.
Suprandéné nulúng lan mènèhi pêpadhang marang jiwané wóng kang kacingkrangan iku kang sêjatiné luwih pêrlu lan wigati, katimbang múng têtulúng marang awaké kang awujúd kêlairan baé. 
MENOLONG BELUM TENTU TERPUJI
(sedekah pada orang yang sedang berduka nestapa itu perbuatan terpuji, yang patut dijadikan tauladan, asalkan pemberian tersebut tidak dibarengi sikap ngedumel yang membuat pudar keikhlasan di hati. Kalimat dan tutur kata yang sopan santun, rendah hati dan melegakan hati itu lebih besar nilainya dari pada sedekah yang tidak ikhlas. Lebih dari itu menolong dan memberi pencerahan jiwa orang yang sedang mengalami musibah sesungguhnya lebih perlu dan penting daripada hanya menolong secara lahiriahnya saja)

Kaidah 32
Ulat sumèh, tindak-tandúk sarèh kinanthènan têmbúng arís iku biså ngruntúhaké ati sartå ngêdóhaké panggódhaning sétan.
Kósókbaliné watak wicårå kang kêras, kêjåbå kêduga gawé tanginíng kanêpsón, ugå gampang nuwúhaké salah panåmpå.
Sabarang prakårå kang sêjatiné bisa putús sarånå arís lan sarèh, kêpêksa dadi adu wulêding kulít lan atósíng balúng, kari si sétan ngguyu ngakak bungah-bungah.

JAGA INTONASI
(Muka ramah, tingkah laku tenang dibarengi ungkapan yang sopan dapat meruntuhkan hati serta menjauhkan godaan setan (hawa nafsu). Sebaliknya watak bicara keras, selain dapat membangkitkan amarah, juga mudah menimbulkan salah pengertian. Setiap perkara yang sesungguhnya bisa selesai dengan sarana kearifan dan ketenangan, terpaksa menjadi “beradu kuatnya kulit dan kerasnya tulang”, tinggal si “setan” katawa terbahak).

Kaidah 33
Wóng kang kulinå uríp mubra-mubru iku samangsané ngalami sandhungan uríp sêthithík baé adaté gampang kêthukulan gagasan lan gawé kang cêngkah karo bêbênêr, luwíh bêgjå wóng kang uripé pokal samadyå nangíng rêsík atiné.
Déné bêgja-bêgjané wóng iku ora kåyå wóng síng tansah uríp ing kahanan kang kêbak godhå rêncånå, prasasat tåpå ånå satêngahíng cobå, nangíng tansah tawêkal lan kandêl kêimanané marang adilíng Pangéran Kang Måhå Kuwåså.  

BERSIH HATI MEMBAWA KEBERUNTUNGAN
(orang yang terbiasa hidup tak kenal aturan itu, sewaktu mengalami sedikit saja kesulitan hidup cenderung tumbuh gagasan dan kerjaan yang melawan peraturan, lebih beruntung orang yang hidupnya biasa-biasa saja namun bersih hatinya. Sedangkan seberuntung-beruntungnya orang seperti itu tidak seperti orang yang selalu hidup dalam keadaan yang penuh kebatilan dan angkara, sama halnya bertapa di tengah-tengah cobaan, namun selalu tawakal dan tebal keimanannya kepada keadilan Tuhan Yang Mahakuasa)

Kaidah 34
Sipaté wóng uríp, iku mêsthi kêsinungan kêkuwatan.
Kang ngêrti biså ngêcakaké, déné kang ora biså ngêrti kurang digladhi, têmahan ora tumanja. Éwåsémono ngêmpakaké kêkuwatan mula ora gampang.
Buktiné ora sêthithík kêkuwatan kang êmpané ora mapan.
Kawruhana, yèn rusaké bêbrayan ing antarané margå såkå pakartiné pårå-pårå kang ngêrti marang dayaníng kêkuwatané nangíng ora kanggo nggayúh gêgayuhan kang mulyå, múng kanggo nuruti dêrênging ati angkårå. 

KELOLA KEKUATAN
(Sifatnya orang hidup itu pasti mendapat anugrah kekuatan. Yang sudah paham bisa mempergunakannya, sebaliknya yang belum bisa mengerti kurang diajari,  maka tidak akan berguna. Namun begitu menggunakan kekuatan tidaklah mudah. Buktinya tidak sedikit kekuatan yang digunakan tidak tepat. Ketahuilah, bila rusaknya kerukunan di antaranya karena watak para-para yang memahami daya kekuatannya, namun tidak dimanfaatkan untuk menggapai cita-cita yang mulia, hanya untuk menuruti dorongan hati angkara)

Kaidah 35
Katrêsnan kang tanpå pangrêksa iku dudu sêjatiníng katrêsnan.
Kênå diarani sêjatiníng katrêsnan kang múng kadêrêng lan kêna ing pangaribawaníng håwå napsu.
Dadi yèn ånå unèn-unèn ” trêsnå iku wutå” yaiku síng kaprabawan håwå napsu.
Síng prayogå iku mêsthiné kudu ngugêmi unèn-unèn “trêsnå iku rumêkså” biså salaras tumindaké.
Rasaníng katrêsnan kang cêdhak dhéwé tumrap sadhêngah manungså iku dumunúng ing awaké dhéwé.
Mulå såpå kang trêsnå marang sapådhå-pådhå iku aran trêsnå marang awaké dhéwé, tundhóné såpå kang tansah ngrêkså marang karahayóníng liyan, ora bédå karo pangrêkså marang kêslamêtané dhéwé.

HAKEKAT CINTA
(Cinta kasih tidak disertai sikap merawat dan menjaga bukanlah sesungguhnya cinta kasih. Dapat disebut cinta kasih yang hanya menuruti hawa nafsu. Terdapat kalimat “cinta itu buta” yakni cinta yang tercemar hawa nafsu. Idealnya harus  memegang pepatah “cinta itu memelihara” dapat sejalan dengan tindakan nyata. Rasa cinta yang paling dekat bagi manusia itu terletak dalam dirinya sendiri. Maka, barang siapa yang cinta kepada sesama itu sama halnya cinta pada diri sendiri, artinya siapa yang selalu menjaga dan memelihara keselamatan sesama, sesungguhnya menjaga keselamatan diri sendiri).

Kaidah 36
Srawúng ing madyaning bêbrayan iku kêjåbå kudu wasís milíh papan lan êmpan, ugå kudu bisa angón mångså lan mulat ing sêmu.
Åjå nggêgampang ngrójóngi rêmbúg kang kowé dhéwé durúng ngrêti prakarané.
Rêmbúg sêthithík nanging mranani iku nudúhaké bóbótíng pribadi.
Rêmbúg akèh nangíng ampang malah gawé sånggå rungginé síng pådhå ngrugókaké kêpårå njuwarèhi. 

BAGAIMANA CARA MENCAMPURI URUSAN ORANG LAIN
(Bergaul dalam bermasyarakat selain harus pandai memilih tempat dan suasana, juga pandai menempatkan waktu dan mawas diri. Jangan menggampangkan mencampuri urusan orang lain sementara kamu sendiri belum mengerti permasalahannya. Lebih baik, bicara sedikit namun mengenai sasaran, itu menunjukkan kualitas pribadi. Pendapat yang panjang lebar tetapi tidak berbobot justru membuat bingung yang mendengar bahkan dapat menjemukan)

Kaidah 37
Wóng kang wís têkan pêsthiné utåwå wis katimbalan bali mênyang jaman kêlanggêngan iku sêjatiné lagi kênå diwènèhi biji tumrap ajiné kamanungsané lan pakartiné nalikå uríp. Déné wóng kang isíh pådhå uríp iku pêrlu disêmak baé dhisík, durúng kênå dipatrapi biji, jêr kahanané isih bisa owah gingsír.
Sarèhné manungså iki sawijiníng titah kang luhúr dhéwé, mulå wís samêsthiné yèn kitå åjå nganti kayadéné sato kang patiné múng ninggal têngêr lulang lan balúng baé.
Nangíng bisowå kita nanjakaké uríp kitå marang pakarti-pakarti utåmå, sumrambahé marang karahayóning uríp bêbrayan.

BAGAIMANA HARUS MENILAI ORANG
(Bila ajal telah tiba, atau sudah “dipanggil” Tuhan kembali ke zaman keabadian, sesungguhnya baru dapat diberikan nilai kemanusiaan dan perbuatannya sewaktu hidup di dunia. Sedangkan orang-orang yang masih hidup sebaiknya disimak dulu saja, karena belum dapat dinilai, sebab keadaannya masih dapat berubah-ubah. Walaupun kodrat manusia merupakan makhluk yang paling mulia, maka sudah seharusnya kita menjaga jangan sampai seperti binatang, kematiannya hanya meninggalkan bekas kulit dan tulang saja. Namun kita harus berupaya memanfaatkan hidup untuk kelangsungan hidup bermasyarakat).

Kaidah 38
Mustikané wóng tuwå marang anak múng ånå ing laku kang gumati, gunêm kang rurúh, lan ujar kang manís.
Gumatiné dumunúng ing têpå tuladhaníng tingkah laku.
Gunêm lan ujar kawêngku ånå ing ucap kang istingarah numusi kajiwan, lan luhuríng budi pêkêrti.
Mula yèn ånå åpå-åpå, åjå sêlak marang sêbutíng paribasan : “Ora ånå kacang ninggal lanjaran”.

APA YANG PALING BERNILAI PADA DIRI ORANG TUA
(Mustika orang tua kepada anak berupa perilaku sayang kepada anak, kalimat yang menentramkan, tutur kata yang manis. Kasih sayang yang terletak pada perilaku yang utama, menjadi suritauladan. Kalimat dan tutur kata terletak pada ucapan yang menentramkan hati, merasuk mencerahkan ke dalam jiwa, serta dengan keluhuran budi pekerti. Oleh sebab itu, bila terjadi apa-apa yang tidak diharapkan, jangan keburu menyatakan “ora ono kacang ninggal lanjaran” atau tidak ada anak yang tidak meniru orang tuanya).

Kaidah 39
Nanggapi kahanan urip ing satêngahíng bêbrayan iku gampang angèl.
Aran angèl kêpårå malah bisa gawé kêtliwênging pikír samångså anggón kita mawas kêdhisikan kagubêl ing håwå.
Aran gampang yèn kita biså mikír klawan wêníng lan mênêb.
Iyå pamikír kang mênêb iku kang aran akal budi sêjati.
Kang bisa mbabaraké wóhíng wawasan kang mulús rêsík, ora kacampúran blêntóngé “si aku”.
Apamanèh yèn tå kitå biså têtêp nguwasani wêningíng pikír, nadyan kahanané uríp ing satêngahing bêbrayan kisruhå dikåyångåpå, istingarah ora angèl anggón kita nanggapi. 

KEHENINGAN FIKIR
(Menaggapi kehidupan di tengah pergaulan masyarakat itu gampang-gampang susah. Susahnya karena dapat mebuat fikiran keblinger apabila dalam membangun sikap mawas diri sudah terbalut hawa nafsu. Mudahnya, apabila kita mampu berfikir dengan jernih dan menahan diri (mengendapkan emosi). Menahan diri merupakan akal budi sejati. Yang dapat menjabarkan buah dari wawasan yang bersih tanpa cacat, maksudnya tidak tercemar oleh noda ke-aku-an. Apalagi bila kita teguh menguasai kebeningan fikir, walaupun kehidupan bermasyarakat terjadi kekacauan, maka tidaklah sulit kita mensikapinya).

Kaidah 40
Srêngên marang wóng mono åjå nganti kênêmênên lan kêliwat-liwat múng margå wis ngêrti yèn wóng mau ora bakal wani nglawan utåwå wís ora biså nglawan, síng èstiné múng arêp ngêdír-êdíraké drajad pangkat utåwå kadibyané baé.
Pakarti kaya ngono mau kêjåbå klêbu ambêg siyå, ugå wóng síng disrêngêni durúng karuwan bakal dadi bêcík, kêpårå bisa nuwúhaké råså sêngít.
Kang prayogå iku srêngên samadyå kang mêngku pitutúr murih bêciké.  

KEMARAHAN YANG BENAR DAN TEPAT
(Marah kepada seseorang jangan sampai keterlaluan dan kelewatan, hanya karena seseorang itu tidak bakal berani atau sudah tidak mampu melawan, padahal hanya karena mentang-mentang mendapat derajat pangkat yang tinggi saja. Tabiat seperti itu selain watak aniaya, begitupun orang yang dimarahi belum tentu menjadi baik, justru memungkinkan  tumbuhnya rasa benci. Seyogyanya jika marah yang sewajarnya saja yang berisi nasehat supaya menjadi baik).


Bersambung,.....

WEJANGAN JAWA DARI MBAH BUYUT BAB IV


Kaidah 21
Wóng uríp ing alam bêbrayan iku yêkti angèl, kudu biså ngêrèh pakóné “si aku”, åjå nggugu karêpé dhéwé lan nuruti håwå napsu.
Luwíh-luwíh ing dinå samêngko, alam bêbrayan donyå tansah kêbak pradhóndhi, silíh ungkíh, rêbutan bênêré dhéwé-dhéwé.
Mulå síng baku, wóng uríp kudu biså miyak alíng-alíng kang nutupi pikiran kang wêníng. Liré, sênajanå sajroníng pasulayan, kudu bisa nyandhêt kêmrungsung “si aku” istingarah sakèhíng bédané panêmu biså disawijèkaké. 

KE-AKU-AN MENJADI SUMBER KONFLIK
(Hidup dalam kerukunan masyarakat itu memang sulit, harus bisa meredam ke-aku-an, jangan semaunya sendiri dan menuruti hawa nafsu. Terlebih lagi di kelak kemudian hari, dunia pergaulan internasional penuh persoalan, perselisihan silih berganti, berebut benarnya sendiri. Yang paling penting dalam menjalani hidup harus bisa membuka penghalang yang menutup kesadaran fikir. Maksudnya, walaupun dalam perselisihan, harus bisa menahan gejolak ke-aku-an, berikhtiyar agar perbedaan pendapat bisa disatukan).

Kaidah 22
Wóng kang nduwèni watak tansah njalúk bênêré dhéwé iku adaté banjúr kathukulan bêndånå sênêng nênacad lan ngluputaké marang panêmu sartå tindak tanduké wóng liyå. Méndah bêciké yèn wóng síng kåyå mangkono mau kålå-kålå gêlêm nggraitå ing njêro batiné : “mbók mênåwå aku síng klèru, mulå cobå dak tlitiné klawan adíl såpå kang sêjatiné nyåtå-nyåtå bênêr”.

CIRIKHAS INGIN MENANGNYA SENDIRI
(Orang yang mempunyai watak selalu ingin mencari menangnya sendiri itu, tumbuh kebiasaannya buruk senang mencela dan menyalahkan pendapat serta tindak tanduk orang lain. Sangatlah bagus bilamana orang seperti itu kadangkala bersedia mencermati dalam batinnya; jangan-jangan aku yang keliru, maka coba aku teliti secara adil siapa yang sesungguhnya jelas-jelas benar)

Kaidah 23
Rêsêpíng omah iku ora dumunúng ing barang-barang méwah kang larang rêgané, nangíng gumantúng marang panataníng prabót kang prasåjå, sartå pêmasangé rêrênggan kang adóh såkå watak pamèr.
Sêmono ugå rêsêpíng salirå iku ora margå såkå pacakan kang èdi-pèni, nangíng gumantúng ing sandhang pênganggo kang prasåjå, trapsilå solah båwå, lan padhanging polatan. 

KUNCI DARI KEINDAHAN
(Keindahan rumah itu bukan terletak pada barang-barang mewah yang mahal harganya, namun tergantung pada penataan perabot yang tidak norak, serta pemasangan hiasan yang jauh terkesan pamer. Begitu pula keindahan diri pribadi itu bukan karena berasal dari tata rias yang indah dan cantik, tapi tergantung pada pakaian yang tidak berlebihan, perilaku yang sopan berwibawa, dan raut wajah yang bersinar)

Kaidah 24
Yèn kowé kêpênêr lagi srêngên lan nêsu, prayogané wóng síng kók nêsóni lan kók srêngêni mau kóngkónên énggal sumingkír.
Utåwå kowé dhéwé sumingkirå sauntårå, aja têtêmónan karo wóng liya.
Sabanjuré mênêngå lan étúng-étúngå kanthi sarèh wiwít siji têkan sêpulúh.
Klawan mêngkono atimu bakal bisa nimbang-nimbang åpå nêsu lan srêngênmu marang wóng mau bênêr, åpå malah dudu kowé dhéwé síng lupút.

KIAT MEREDAM AMARAH
(Bila kamu kebetulan sedang emosi dan marah, seyogyanya orang yang kamu marahi tadi suruhlah segera menyingkir. Atau kamu sendiri menyingkirlah sementara, (sementara) jangan bertemu dengan orang lain. Setelah itu diamlah dan hitunglah dengan tenang mulai dari satu sampai sepuluh. Dengan cara begitu hatimu bakal bisa menimbang apakah kemarahanmu pada orang tadi benar, apa bukan kamu sendiri lah yang salah ?)

Kaidah 25
Jênêng tanpå gunå uripíng manungså kang nganti ora biså nyumurupi marang kang kêdadéyan ing sakiwå têngêné.
Ora biså asúng lêlimbangan lan pamrayogå sakadharé kanggo karahayóníng bêbrayan.
Rupak pandêlêngé ora ånå liyå kang disumurupi kajåbå uripé dhéwé.
Mati pangrasané, jalaran ora kulina kanggo ngrasak-ngrasakaké kang katón ing sabên dinané, wusana dadi cêthèk budiné, jalaran såkå kalêpyan marang têpå palupi kang maédahi ing uripé.

TRAGEDI KEMATIAN PERASAAN
(Adalah hidup tiada guna bagi orang yang tidak mengetahui  apa yang terjadi di sekitarnya. Tidak bisa memberikan imbal balik dan manfaat ala kadarnya untuk keharmonisan pergaulan. Mati perasaannya, disebabkan tidak terbiasa merasakan apa yang terjadi dalam sehari-harinya, sehingga membuat dangkal budi pekertinya, karena lalai akan rasa kepedulian yang berguna dalam hidupnya).

Kaidah 26
Åjå sók nyênyamah luputíng liyan, luwíh bêcík tudúhnå kaluputané kang malah biså ngrumakêtaké råså pasêduluran.
Éwå sêmono åjå nganti kowé kêsusu mbêcíkaké kêlakuwané liyan, yèn awakmu dhéwé rumångså durúng biså ngênggóni råså sabar lan têpa sêlirå.
Såpå kang wís ngêrti lan ngrumangsani marang sakèhíng dosané, iku sawijiníng wóng kang wís ngêrti marang jêjêríng kamanungsané, manungsa kang utåmå.  

BAGAIMANA MENYIKAPI ORANG YANG DIANGGAP SALAH
(Jangan sering memojokan orang lain yang salah, lebih baik tunjukkan kesalahannya sehingga justru bisa mengakrabkan rasa persaudaraan. Walau begitu jangan sampai kamu terburu-buru membenarkan perbuatan orang lain, bilamana kamu sendiri merasa belum mampu mersikap sabar dan peduli sesama. Siapa yang sudah memahami dan menyadari semua dosanya, itulah orang yang sudah mengerti akan hakekat   manusia, manusia yang utama).

Kaidah 27
Ajiníng manungså iku kapúrbå ing pakartiné dhéwé, ora kagåwå såkå katurunan, kapintêran, lan kasugihané.
Nangíng gumantúng såkå ênggóné nanjakaké kapintêran lan kasugihané, sartå matrapaké wêwatêkané kanggo kêpêrluan bêbrayan.
Kabèh mau yèn múng katanjakaké kanggo kapêrluwané dhéwé, tanpå paédah.
Nangíng yèn pakarti mau kadayan déníng råså pêpinginan golèk suwúr, golèk pangkat lan donya brånå, malah bisa dadi mêmalaníng bêbrayan, jalaran nyinamudana sarånå nylamúr migunakaké jênêngé wóng akèh.

OBYEKTIFITAS HARGA DIRI
(Harga diri manusia itu terbentuk oleh karena wataknya sendiri, bukan dibawa dari keturunan, kepandaian, dan kekayaannya. Namun tergantung dari cara menggunakan kepandaian dan kekayaannya, serta penerapan perwatakannya untuk pergaulan (tali persaudaraan. Semua itu bila hanya digunakan untuk keperluan pribadi saja, tiada bermanfaat. Tetapi bila watak tadi terdorong oleh keinginan mencari ketenaran, mencari pangkat dan kemewahan duniawi, justru dapat menjadi malapetaka dalam tali persaudaraan, karena mencari-cari kesempatan dengan cara menyamar mencatut nama orang banyak).

Kaidah 28
Ora ånå budi kang luwíh luhur saliyané nduwèni råså asíh marang nuså lan bangsané.
Kadunungan råså rumangsa nduwèni sêsanggêman lan kuwajiban mranåtå têntrêmíng pråjå kanthi pawitan kapintêran kang dilandhêsi kawicaksananing pambudi.
Tåndhå yêktiné yèn asíh, yaiku tansah samaptå tumandang sawayah-wayah yèn ånå parigawé kang wigati kanggo wargå sapådhå-pådhå, munggahé tansah samaptå lêladi kanggo kêslamêtaníng bêbrayan lan karaharjaníng nagårå.

KEMULIAAN PALING TINGGI
(Tiada budipekerti yang lebih mulia selain mencintai nusa dan bangsanya sendiri. Karena tumbuhnya kesadaran akan kewajiban menata ketentraman negara dengan modal kepandaian yang didasari kebijaksanaan budipekerti. Pertanda kesungguhan cintanya yakni selalu siap siaga sewaktu-waktu bilamana ada tugas yang sangat penting untuk sesama warga, hingga selalu siap siaga menjaga keselamatan persaudaraan dan kesejahteraan negara)

Kaidah 29
Wóng kang kêrêp tansah dipituturi wóng liya iku adaté bisa dadi wóng dhêmên ngati-ati, nangíng mênåwå kapêngkók ing pêrlu sók ora bisa tumindak lan ngrampungi dhéwé.
Kêpêkså isíh kudu nolèh wóng liya síng diwawas bisa awèh pitudúh.
Mulå kuwi prayogå ngawulåå marang ati lan kêkuwatanmu dhéwé, jalaran wóng liyå iku sêjatiné yèn ånå apa-apané múng sadêrmå nyawang, ora mèlu ngrasakaké. 

TEMPAT MENGABDI PALING IDEAL
(Orang yang sering mendapat nasehat dari orang lain biasanya dapat menjadi orang yang suka berhati-hati, namun apabila terbentur suatu tanggungjawab justru tidak bisa bertindak dan menuntaskannya sendiri. Terpaksa masih harus menoleh-noleh orang lain yang dianggap dapat memberi petunjuk. Maka dari itu seyogyanya mengabdilah pada nurani dan kekuatanmu sendiri, sebab orang lain itu sesungguhnya bila terjadi apa-apa hanya bisa melihat saja)

Kaidah 30
Wóng kang rumångså dhiriné linuwíh, ing sawijiníng wêktu mêsthi bakal kasurúng atiné arêp mamèraké kaluwihané, liré amríh dimangêrtènånå déníng wóng akèh yèn dhèwèké mono wóng kang pinunjúl lan supåyå diajènånå.
Sumurupå, sakabèhíng kaluwihan mau yèn ora dicakaké måwå lêlabuhan kang murakabi marang bêbrayan, tanpå gunå kêpårå malah ora kajèn lan gawé pitunå.
Mula kang prayogå biså tulús dadi wóng kang linuwih mênåwå gêbyaríng kaluwihan iku múng dikatónaké marang batiné dhéwé, iku wís cukup.

KEPADA SIAPA BERPAMER KELEBIHAN
(Orang yang merasa dirinya lebih dari yang lain, pada suatu waktu hatinya akan terdorong memamerkan kelebihannya, supaya diketahui orang banyak bahwa dirinya mempunyai kelebihan dan supaya dihormati. Ketahuilah, semua kelebihan tadi bila tidak digunakan dengan pengorbanan yang bermanfaat untuk rasa persaudaraan, maka kelebihannya tiada berguna, bisa jadi justru membuat tidak dihormati dan mengakibatkan kesengsaraan. Maka idealnya jadikan buah ketulusan, walau betapapun hebat kelebihan itu hanya diperlihatkan kepada batinnya sendiri, itu sudah cukup)


Bersambung,.....